I love gossip!

It's Complicated No Comments »

I have to say the truth. I really love gossip. It is among my daily activities. Making gossip or just listening to gossip seems to be the most interesting thing in my life. Am I sinful to say this? I don’t know for sure.

Gossip has been the oldest activity in human life. It has never been stopped.

International school, firstly in the morning

It's Complicated No Comments »

I got no idea about what to read or what to write this morning. I just grasped something in my dagdigdug blog, and alas!, I found ‘an international school posting‘. It discusses about how can someone develop an international and how the school can be a start for a big business in education world for the have.

I  myself think that the program of internationalising a school is a premature thinking for most. Many just think how big the money they will earn for that particular schools–elementary, junior high or senior high schools. But, the number of schools promoting an upgrade to international standards gets bigger and bigger. Each regent in Indonesia has an obligation to promote at least two schools for each levels. What will they become?

Be positive at school

It's Complicated No Comments »

Some principles to develop a positive learning environment, at school, are suggested as follows:

  1. A positive learning environment is inclusive, respectful and caring of all of its members.
  2. Education and the development of children and youth are the primary focus of schools.
  3. An inclusive curriculum, recognizing diversity and promoting respect, is needed to help students resolve conflicts peacefully, learn about the law and acquire social and decision-making skills that contribute to the safety of their schools and communities.
  4. Fair and consistenly implemented school policies and codes of behaviour contribute to positive environments and reduce racism, bullying and other forms of harassment.
  5. Decisions are guided by a problem solving, not punitive, approach as well as by supporting and enabling all members of the community to participate and contribute.
  6. Every member of the learning environment is entitled to natural justice; including due process that is fair, non-biased, proportionate, subject to appeal and that provides the reasons for the consequences.
  7. Three levels of action are effective in maintaining positive learning environments. Prevention of all forms of violence should be universal, involving all members of the community. When intervention is requested, it should be progressive, constructive, supportive and transparent. Follow-up services should be utilized to ensure rehabilitation and to victims recover from  critical incidents and crises.
  8. Allocations of support to individuals are guided by individual needs and are a shared responsibility of schools and community agencies.
  9. Leadership training and professional development including knowledge of systems change is provided through longterm development programs.
  10. The school provided with adequate tools and resources (such as an integrated curriculum, materials and staff).
  11. Pro-social leadership is the responsibility of all in the school and community.
  12. Youth are directly involved and have their own voice in the process.
  13. The effort to maintain a positive learning environment is integrated into all aspects of the school.

Antara gagasan dan tulisan

Simple Talks No Comments »

Hanya karena membicarakan apa yang ditulis orang lain, maka terjadi salah tafsir. Kita tidak memiliki gagasan murni yang lugas dan cerdas. Mengulas sebuah pemikiran yang sudah tersurat sebelumnya, kita tidak akan lepas dari sumber yang kita tulis. Itulah kerugian kalau kita berani menuliskan apa yang muncul dalam benak kita sendiri saja.

Menuliskan gagasan sendiri, murni 100 persen dari kepala kita, juga tidak semudah menumpahkan air dari gelas… pyok! Gaya tulisan kita dipengaruhi oleh mood atau kondisi kejiwaan kita saat itu. Bisa ceria. Bisa bersahaja. Bisa luar biasa rumitnya. Terserah kapan kita mau menulis.

Kalau tulisan kita sedikit, perasaan dan pengetahuan yang kita ekspresikan harus berbanding 50:50. Mengapa demikian? Tulisan kita tidak berasa kalau terlalu fokus pada pengetahuan dan detil informasi. Kita perlu memunculkan ungkapan-ungkapan perasaan yang menarik simpati pembaca.

Lain lagi kalau yang kita utarakan hanya perasaan. Tulisan kita memberi nuansa bahwa kita lagi curhat atau ngegosip. Gaya seperti ini memang paling top saat ini. Pembaca merasa sedang diajak ngobrol  oleh penulis yang secara maya berhadap-hadapan. Jalinan antara pembaca dan penulis membuka sebuah ruang hati yang menggembirakan,

Sayang kita yang membaca kok tidak selalu memberikan ruang hati kepada penulis. Kita bilang: Cerita basi! Sangat membosankan! 1001 ungkapan. Atau, No comment!

Psikologi berpikir positif

Simple Talks No Comments »

Berpikir positif pun ada ilmunya. Tidak sembarangan kita mengatakan ‘positif’ pada aktivitas kita tanpa mengetahui maknanya. Sebuah buku yang dituliskan khusus menjadi pegangan bagi mereka yang mau berpikiran, bersikap dan berbuat positif dalam hidup berjudul Handbook of Positive Psychology, karya C.R. Snyder dan Shane J. Lopez.

Positive Psychology menjelaskan banyak hal yang terkait dengan program kepribadian menuju sukses hidupnya. Ilmu ini mempelajari kekuatan dan nilai-nilai yang dimiliki dan dikembangkan  oleh individu dan kelompok sosial. Prinsip pengembangan ilmu psikologi positif bukan hanya untuk mengurangi dampak gangguan mental pada seseorang atau kelompok sosial. Para pakar menyatakan bahwa kecerdasan dan bakat individu perlu digali dan dikembangkan agar bisa membuat hidup normal menjadi lebih bergairah dan menyenangkan.

Sumber:

  1. Handbook of positive psychology.
  2. Positive Psychology.

Bersikap positif

Simple Talks No Comments »

Tanpa kesadaran diri yang tinggi, sikap positif dalam menghadapi hidup hanya sekedar angan-angan. Tidak banyak orang yang mencapai sikap positif dalam semua proses kehidupannya. Terlalu banyak tantangan di setiap sudut kehidupan, yang tentunya tidak mudah dihadapi oleh orang-orang kebanyakan. Hanya dengan sikap positif saja keberhasilan akan bisa diraih. Sedikit saja terbersit dalam hati dan pikiran kita untuk mengikuti sikap-sikap negatif, maka kegagalan langsung muncul di depan mata.

Sikap positif perlu ditumbuhkan baik ketika kita memandang diri kita sendiri maupun ketika kita melihat orang lain atau persoalan yang kita hadapi sebagai lingkungan yang melekat pada diri kita. Misalnya kita berkeinginan untuk menjalani sebuah perjalanan, maka sikap kita harus positif terhadap tujuan yang hendak kita raih, dan kita pun perlu bersikap positif terhadap kemampuan kita, serta bantuan dari Allah tentunya. Apapun yang kita jalankan, asalkan bermuasal dari niatan yang baik maka kita tidak perlu ragu-ragu lagi untuk mulai melangkah.

Sikap positif adalah awal dari semua keberhasilan hidup. Ketulusan kita bersikap menjadi barometernya.

Related Articles:

1. Berpikir Positif.

2. Manfaat Berpikir Positif Dan Tersenyum.

3. Berpikir Positif.

4. Tindakan Atau Berpikir Positif.


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio. Theme pack from WPMUDEV by Incsub.
Entries RSS Comments RSS Log in